OOH vs DOOH: apa bedanya dan kapan memakai masing-masing?
OOH tradisional unggul pada massa visual besar, biaya produksi per tayang rendah untuk periode panjang, dan kehadiran permanen di satu lokasi ikonik—cocok untuk awareness jangka menengah ketika pesan tidak berubah setiap hari.
DOOH menambahkan fleksibilitas: ganti kreatif cepat, penjadwalan menurut waktu atau konteks, dan peluang integrasi data untuk optimasi berulang—ideal untuk promo terbatas, peluncuran produk, atau A/B di lapangan.
Kombinasi sering paling kuat: DOOH di koridor dan ritel padat untuk frekuensi dan relevansi, ditambah OOH statis di landmark atau kampanye musiman untuk jejak visual yang tebal. Glassbox membantu merek merancang campuran itu agar operasionalnya tetap ringan.